Fitri SMO 10


SMO Mengantarkanku Jadi Seorang yang Lebih Rajin

Fitri, begitulah aku biasa dipanggil, seorang yang saat ini belum mencapai usia ¼ abad. Seorang bocah yang terkenal jarang mau belajar. Seorang yang sudah terbiasa terkecualikan gegara jarang belajar, tapi banyak tanya. Hehehe ...

Pada tulisan ini, sekaligus aku ingin merangkap ucapan terima kasihku kepada guru-guruku, sejak aku kecil di TK sampai kuliah. Orang-orang
hebat
yang rela mengajariku dan mendo'akanku, sekalipun Fitri sadar jika mempunyai basic malas. Beliau-beliau yang mengatasi kemalasanku dengan cara memberikan beban tanggung jawab yang lebih agar dapat memaksaku untuk dapat porsi belajar, karena model belajarku yang kinestetik lebih cocok dengan itu. Hingga beliau-beliau berhasil menuntunku menyelesaikan tingkatan pendidikanku sama seperti teman-temanku meski banyak kendala dalam prosesnya.

Saat kuliah, aku memutuskan untuk mengikuti SMO. Aku ingin bisa menulis, lantas aku menekan diriku sendiri untuk menulis dan hal itu sangat berat bagiku. Bayangkan saja, bagaimana aku bisa menulis sementara membaca saja aku malas? Hehehe ...

Tapi tutor SMO yang luar biasa ramah dan baik menjelaskan setiap detail kesalahan dalam tulisanku. Meski terkadang aku suka bercanda saat yang lain serius, tapi beliau-beliau tutor SMO tetap sabar menghadapi. Memang membuatku mau belajar dari dulu sering membuat guru-guruku geleng kepala. Namun, aku tipe orang yang suka memperhatikan ketika dijelaskan oleh guru, sehingga pemahaman yang terbentuk ketika pelajaran berlangsung itu lebih tertanam
mantap
.

Terima kasih SMO, kini aku jadi agak suka membaca dan menulis. Lebih dari itu, juga lebih terlatih kedisiplinannya dibandingkan dahulu ketika masih bersekolah.

Salam sukses SMO. Teruntuk tutornya, semoga sehat selalu. Aamiin.



Komentar